smap

Mengenal Sistem Manajemen Anti Penyuapan

IAFC.OR.ID – Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama stakeholder terus mendukung Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dengan mendorong organisasi pemerintah untuk menerapkan SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Langkah ini merupakan bentuk tindak lanjut dukungan BSN atas Perpres No.54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.

Sebagai informasi, SNI ISO 37001 merupakan standar manajemen internasional yang membantu suatu organisasi untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, patuh, dan transparan.

Sejak tahun 2017, BSN sudah menginisisasi penerapan SNI ISO 37001 melalui beberapa pilot project, dan hingga saat ini sudah ada lebih dari 81 organisasi yang tersertifikasi SNI ISO 37001:2016.

Selain itu, dalam SNI ISO 37001:2016 Sistem Manejemen Anti Penyuapan, Pemahaman dan dokumentasinya serta juga diberikan Studi kasus SNI ISO 37001:2016 Sistem Manejemen Anti Penyuapan.

Secara sistem teknologi, juga ada pengembangan aplikasi SIKNAL SPK (sistem Informasi Kesepakatan Bilateral Standar dan penilaian Kesesuaian) sebagai wadah yang menyediakan informasi tentang potensi dan isu terkini yang berguna untuk memfasilitasi kepentingan Indonesia dibidang SPK.

Sehubungan dengan itu, penerapan SNI ISO 37001:2016 dapat menjadi katalisator dalam membangun kepercayaan masyarakat dunia dalam skema perdagangan bilateral antar negara. Apakah Sistem Manajemen Anti Penyuapan ini cukup efektif? mari kita renungkan bersama.

Share post

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart

No products in the cart.